“Damai dan bahagianya aku bisa bersamamu.
Tidak pernah terlintas bahwa aku akan bersamamu, sayang...” kata Fendy.
Aku tertegun mendengar ucapannya yang
seolah begitu bahagia semenjak tanggal 26 Februari lalu. Aku merasakan
sayangnya yang begitu tulus untukku. Mukaku memerah karena baru ini ada seorang
cowok yang bisa selucu Fendy. Dia dewasa, tapi tingkahnya seperti anak kecil
yang baru pacaran. Ups.
Semoga aku tak salah jalan dengan
memilihnya sebagai kekasihku.
“Mukamu memerah, Kenapa?”, tanyanya.
“Aku malu, apa sih kamu kak? Liatin aku
terus- terusan. Kalau nggak gitu pasti ngegombal...aahh”, jawabku.
“Kita kan pacaran, kog panggil kakak
terus? Memangnya aku kakakmu?”, guraunya sambil tertawa.
“Aku benar- benar menyayangimu, aku tiada
pernah berdusta sedikit pun atas ucapanku padamu. Mungkin kamu bukan yang
pertama, tapi kamu cewek yang bisa membuatku bahagia dan nyaman bersamamu
setelah sekian lama kerapuhan hatiku dan ketakutanku akan cinta.” Kata Fendy
dengan serius yang makin membuatku melambung tinggi keatas awan.
“Memangnya apa masalalu cintamu dulu?”,
tanyaku coba mengenali ia lebih dalam.
Jadi, begini ceritanya...
Fendy
pernah punya cinta pertama pada saat ia masih di Kalimantan Timur. Iya... kedua
orangtuanya bekerja disana. Dia pindah ketika ia tamat SMP, dan selanjutkan SMA
di Blitar dengan ikut bibinya, yeaahh.. Bibi Hari tetanggaku. Hingga kini ia
kuliah di salah satu Universitas negeri di Malang. Awalnya ia tak mengerti apa
itu cinta. Namun rasa bahagia dan nyaman berada di dekat gadis teman SMPnya itu
membuatnya mengenal arti cinta. Yeaah.. gadis itu cinta pertamanya. Dia telah
mengungkapkan apa yang ia rasa pada gadis itu. Dan gadis itu pun memiliki rasa
yang sama pula pada Fendy. Cinta anak SMP bersemi di hari- hari mereka. Tak tau
bagaimana jelasnya kisah mereka, yang jelas ketika orangtua Fendy memutuskan
agar ia melanjutkan study di Jawa, mereka harus LDR (Long Distance
Relasionship). Semuda itu mereka harus melalui LDR, yang ku rasa tak mudah
seperti bayangan orang- orang yang belum mengalami.
Fendy
dengan ikhlas menuruti permintaan orangtuanya. Sebelum berangkat, ia berpamitan
dengan pujaan hatinya dan teman baiknya.
“Jaga dirimu baik- baik ya? Kita bisa
smsan tiap hari, dan aku selalu menyayangimu meski jauh. Aku akan kembali
untukmu”, kata Fendy.
Gadis itu hanya menangis karena takut
harus berpisah dengan Fendy.
Dalam isak tangisnya ia berkata. “ Aku
juga menyayangimu, aku menunggumu. Dan kau juga harus jaga diri di sana”,
Katanya.
“iya,, pasti. Sudah, aku tak ingin
melihatmu menangis lagi. Tersenyumlah...”, hibur Fendy yang sebenarnya dalam
hatinya juga menangis tapi berusaha tegar di hadapan pujaannya.
Perlahan sang gadis tersenyum dan mengusap
air matanya.
“Tolong jaaga dia untukku, Sob. Aku begitu
menyayanginya. Beritahu aku apapun yang terjadi padanya. Kau sahabat baikku”,
kata Fendy pada teman karibnya.
“Iya.. pasti akan ku jaga ia untukmu kawanku,
jangan kau lupakan aku”, jawab temannya.
Hari itu mereka dirundung kegalauan gara-
gara kepindahan Fendy.
Bagaimana
kisah selanjutnya? Ikuti ini...
Sepanjang tahun ajaran baru, Fendy memulai
kehidupan baru pula di Blitar, Pulau Jawa. Ia telah diterima di SMK negeri di
Kota. Hari- hari barunya berjalan layaknya kehidupan remaja putih abu- abu. Ia
selalu ditemani pujaan hatinya dari kejauhan sana. Ribuan kilometer siap
menghiasi hari- hari dua insan ini. Tak mengapa terpisah, namun hati mereka
akan selalu dekat. Berbentang lautan, pulau yang berbeda, tak menyurutkan kisah
asmara mereka.
Bersambung...... :) :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar