Selasa, 18 Maret 2014



“Damai dan bahagianya aku bisa bersamamu. Tidak pernah terlintas bahwa aku akan bersamamu, sayang...” kata Fendy.
Aku tertegun mendengar ucapannya yang seolah begitu bahagia semenjak tanggal 26 Februari lalu. Aku merasakan sayangnya yang begitu tulus untukku. Mukaku memerah karena baru ini ada seorang cowok yang bisa selucu Fendy. Dia dewasa, tapi tingkahnya seperti anak kecil yang baru pacaran. Ups.
Semoga aku tak salah jalan dengan memilihnya sebagai kekasihku.
“Mukamu memerah, Kenapa?”, tanyanya.
“Aku malu, apa sih kamu kak? Liatin aku terus- terusan. Kalau nggak gitu pasti ngegombal...aahh”, jawabku.
“Kita kan pacaran, kog panggil kakak terus? Memangnya aku kakakmu?”, guraunya sambil tertawa.
“Aku benar- benar menyayangimu, aku tiada pernah berdusta sedikit pun atas ucapanku padamu. Mungkin kamu bukan yang pertama, tapi kamu cewek yang bisa membuatku bahagia dan nyaman bersamamu setelah sekian lama kerapuhan hatiku dan ketakutanku akan cinta.” Kata Fendy dengan serius yang makin membuatku melambung tinggi keatas awan.
“Memangnya apa masalalu cintamu dulu?”, tanyaku coba mengenali ia lebih dalam.
Jadi, begini ceritanya...
            Fendy pernah punya cinta pertama pada saat ia masih di Kalimantan Timur. Iya... kedua orangtuanya bekerja disana. Dia pindah ketika ia tamat SMP, dan selanjutkan SMA di Blitar dengan ikut bibinya, yeaahh.. Bibi Hari tetanggaku. Hingga kini ia kuliah di salah satu Universitas negeri di Malang. Awalnya ia tak mengerti apa itu cinta. Namun rasa bahagia dan nyaman berada di dekat gadis teman SMPnya itu membuatnya mengenal arti cinta. Yeaah.. gadis itu cinta pertamanya. Dia telah mengungkapkan apa yang ia rasa pada gadis itu. Dan gadis itu pun memiliki rasa yang sama pula pada Fendy. Cinta anak SMP bersemi di hari- hari mereka. Tak tau bagaimana jelasnya kisah mereka, yang jelas ketika orangtua Fendy memutuskan agar ia melanjutkan study di Jawa, mereka harus LDR (Long Distance Relasionship). Semuda itu mereka harus melalui LDR, yang ku rasa tak mudah seperti bayangan orang- orang yang belum mengalami.
            Fendy dengan ikhlas menuruti permintaan orangtuanya. Sebelum berangkat, ia berpamitan dengan pujaan hatinya dan teman baiknya.
“Jaga dirimu baik- baik ya? Kita bisa smsan tiap hari, dan aku selalu menyayangimu meski jauh. Aku akan kembali untukmu”, kata Fendy.
Gadis itu hanya menangis karena takut harus berpisah dengan Fendy.
Dalam isak tangisnya ia berkata. “ Aku juga menyayangimu, aku menunggumu. Dan kau juga harus jaga diri di sana”, Katanya.
“iya,, pasti. Sudah, aku tak ingin melihatmu menangis lagi. Tersenyumlah...”, hibur Fendy yang sebenarnya dalam hatinya juga menangis tapi berusaha tegar di hadapan pujaannya.
Perlahan sang gadis tersenyum dan mengusap air matanya.
“Tolong jaaga dia untukku, Sob. Aku begitu menyayanginya. Beritahu aku apapun yang terjadi padanya. Kau sahabat baikku”, kata Fendy pada teman karibnya.
“Iya.. pasti akan ku jaga ia untukmu kawanku, jangan kau lupakan aku”, jawab temannya.
Hari itu mereka dirundung kegalauan gara- gara kepindahan Fendy.
            Bagaimana kisah selanjutnya? Ikuti ini...
Sepanjang tahun ajaran baru, Fendy memulai kehidupan baru pula di Blitar, Pulau Jawa. Ia telah diterima di SMK negeri di Kota. Hari- hari barunya berjalan layaknya kehidupan remaja putih abu- abu. Ia selalu ditemani pujaan hatinya dari kejauhan sana. Ribuan kilometer siap menghiasi hari- hari dua insan ini. Tak mengapa terpisah, namun hati mereka akan selalu dekat. Berbentang lautan, pulau yang berbeda, tak menyurutkan kisah asmara mereka.
Bersambung...... :) :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar